Sajak Langit dan Laut

Ketika langit terus diam
begitu tenang, memerahbirukan bayangan gamang
dari mulai mata ini memandang
sampai sekarang masih seperti karang
tak berarti ia tak boleh menerima perubahan
dan lalu dikatakan itu adalah kekal

Ketika laut terus mengamuk
mendebardeburkan ombak, liar
dan terus selalu bergerak
semenjak nenek moyang berbenak
dan entah mungkin selalu begitu dari dulu
hingga kini aku bersajak
tak mesti dan tak bisa diartikan
bahwa ia tak bisa diam dan terus disimpulkan
itu adalah keabadian

About alifbatatsa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: