Brazil, Ney, Enyeama dan Korut

Dari awal mula Saya mengenal Piala Dunia, Entah kenapa Saya tak suka Brazil. Meski dari kecil Saya tahu cerita Pele yang fenomenal, Zico Si Pele Putih, Socrates, Hingga beranjak menyaksikan liukan2 Romario, Bebeto, Dunga yang sekarang pelatih, Sampai Rivaldo yang Tukang sihir itu, atau Ronaldo nya Brazil, Ronaldinho, Bahkan Kaka yang ganteng. Kelegendlegenan Mereka tetep tak bisa menimbulkan rasa suka.

Apalagi saat Tahu Ney ntu mengidolakan Kaka banget. Ney cerita saat menyaksikan pertandingan Argentina Vs Nigeria Via Hape, Kalau Ney itu ngerti pemain Bola ya Kaka ama CR7 lainnya nggak. Lha Saya yang agak cemburu (hihihihi) mengomentari Kalau Ney belum liat Messi seh, Nyoba kalau udah Liat pasti Suka. Lha trus Ney setelah tahu Messi pas dipertandingan ntu malah nyeletuknya gini ” Messi kecil Mas, Lebih Gantengan Masnya Ney Owh, Masnya Ney Khan sexy, Bibirnya Kayak Enyeama”. Walah! Enyeama? (hahahaha). [ket: Enyeama Kiper Nigeria di PD 2010 Afsel].

Nah, Apalagi saat kemarin malam Saya menonton Brazil Vs Korut. Hati ini tentu langsung memihak Korut, meski tiada satu nama pemain yang Saya kenal disana. Mungkin rasa keberpihakan ini adalah Solidaritas Tetangga, Solidaritas Benua Asia, Atau dasar emang nggak suka Brazil ding, soalnya ceritanya akan lain kalau Korut berjumpa Italia, hati Saya tentu makan Pizza (hahahaha).

Dan tak dinyana, di pertandingan itu di babak pertama Korut langsung bikin Salute, Pertahanan rapat mirip2 Catenaccio dengan serangan balik yang cukup cepat seakan akan para pemain Korut itu sudah akrab dengan gaya gaya Robinho, Kaka, Atau yang lainnya. Bahkan yang no 9 nya Korut malah sempat melewati Si Maicon, Back kanannya Inter Milan Juara Champhion Musim Ini.

Meski Akhirnya Korut kalah 2-1 , lewat Gol Maicon dan Elano, namun thoh cukup lumayan dan membanggakan lah bisa ngegolin ke negara yang saya tak suka ini, Yang memang sukar sekali dikalahkan. Kalau nggak salah nama pemain Korut ntu Ji Yun Nam ya?

Dan sebagai penutup postingan nggak genah ini ada kutipan dari milis tetangga tentang Korut ini :
“Bagi Indonesia, pencapaian Korea Utara adalah tamparan bolak-balik seperti Asterix menampar orang-orang Romawi dalam cerita karangan Rene Goscinny dan Albert Uderzo.

Korea, yang kesulitan mengakses siaran Piala Dunia dan setengah mati meminta restu negara untuk mencari (dan mendapatkan) sponsor, mampu mencapai Afrika Selatan dan mencetak gol ke gawang Brasil, setelah tertinggal 0-2, dan menjelang masa injury time pula.

Indonesia, yang punya semuanya (kecuali mungkin semangat dan kejujuran), mulai dari sumber daya manusia, sponsorship, suporter, hingga akses informasi yang jauh lebih luas ketimbang Korut, malah berharap tampil di Piala Dunia dengan memenangi bidding tuan rumah. Ironisnya, untuk melewati jalan pintas seperti itu pun Indonesia juga gagal.”

Salam…

About alifbatatsa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: